YAHUKIMO - Di tengah bentang alam Yahukimo yang memukau, prajurit TNI Angkatan Laut dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri 5 Marinir tak hanya menjaga kedaulatan bangsa, namun juga menanamkan nilai-nilai fundamental kehidupan. Pada Senin (23/2/2026), suasana riuh rendah terdengar di sekitar Pos Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, saat para prajurit dengan penuh kasih menyapa dan memberikan edukasi pola hidup bersih kepada anak-anak asli Papua.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah wujud nyata dari pembinaan teritorial yang menyentuh hati. Para prajurit dengan sabar mengajarkan langkah-langkah sederhana namun krusial, mulai dari pentingnya menggosok tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan, menjaga kebersihan tubuh, hingga merawat lingkungan tempat mereka bermain dan tinggal. Pendekatan yang mereka gunakan begitu humanis dan interaktif, membuat setiap pesan mudah dicerna dan diserap oleh pikiran-pikiran muda yang penuh rasa ingin tahu.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menjelaskan filosofi di balik kegiatan mulia ini. Ia menegaskan bahwa tugas prajurit di wilayah penugasan melampaui sekadar menjaga keamanan. Ada panggilan jiwa untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami ingin kehadiran prajurit di tengah masyarakat memberi dampak positif. Selain menjalankan tugas pengamanan, kami juga berkewajiban menanamkan nilai-nilai disiplin, termasuk budaya hidup bersih sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, " ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Menurutnya, membiasakan pola hidup sehat sejak usia dini adalah investasi berharga untuk masa depan kesehatan masyarakat Papua. Ia meyakini bahwa kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan diri dapat menjadi benteng pertahanan ampuh melawan berbagai penyakit, terutama di daerah yang mungkin memiliki keterbatasan fasilitas sanitasi.
Senyum merekah dan semangat membara terlihat jelas pada wajah anak-anak Papua yang antusias mengikuti setiap arahan dari para prajurit Marinir. Interaksi hangat yang terjalin antara aparat dan warga menjadi bukti nyata bahwa pendekatan yang persuasif dan edukatif mampu merajut benang-benang persaudaraan yang semakin kuat.
Di tengah kesibukannya menjaga perbatasan, Letkol Marinir T. Pristiyanto juga tak lupa mengingatkan pasukannya untuk senantiasa menjaga profesionalisme dan ketaatan pada prosedur operasional standar.
"Saya tekankan kepada setiap prajurit untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta mengedepankan prosedur operasional standar dalam setiap kegiatan, " tegasnya.
Melalui inisiatif edukasi ini, Satgas Pamtas Marinir berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih yang nantinya akan mendarah daging dalam keseharian anak-anak di Distrik Dekai. Di balik tugas mulia menjaga wilayah perbatasan, para prajurit Marinir ini membuktikan bahwa kontribusi nyata bagi kesehatan dan masa depan generasi Papua adalah sebuah panggilan yang tak terelakkan.

















































