YAHUKIMO - Ditengah kehangatan pegunungan Papua Pegunungan, tepatnya di Kampung Logpon, Kabupaten Yahukimo, senyum lebar terpancar dari wajah warga. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir pada Senin, (17/11/2025), menggelar kegiatan pelayanan kesehatan yang menjadi oase bagi masyarakat setempat. Program teritorial ini bukan sekadar pemeriksaan medis, melainkan jembatan kokoh yang memperkuat ikatan tak terpisahkan antara TNI dan rakyat di garis depan negeri.
Balai pelayanan Kampung Logpon seketika ramai oleh warga dari berbagai usia. Mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan keluhan ringan, hingga sesi konsultasi yang mendalam, semuanya dihadirkan secara cuma-cuma. Kehadiran para prajurit Marinir disambut dengan tangan terbuka, menyiratkan kerinduan dan harapan akan perhatian kesehatan yang selama ini mungkin sulit dijangkau.

“Kami ingin memastikan warga di wilayah perbatasan mendapatkan akses kesehatan yang layak. Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan sebagai wujud sinergi antara TNI dan masyarakat Logpon, ” ujar Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto.
Perasaan haru dan terima kasih tulus mengalir dari Tokoh Masyarakat Logpon, Yohanis Wenda (52). Ia mengungkapkan betapa besar arti kepedulian para prajurit Marinir yang telah meringankan beban warga yang kerap kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
“Bantuan kesehatan ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran TNI membuat masyarakat merasa diperhatikan dan lebih tenang, ” katanya.
Apresiasi yang sama juga datang dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Beliau menegaskan pentingnya peran TNI dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang mendiami wilayah perbatasan.
“Keterlibatan TNI dalam pelayanan kesehatan bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin warga di daerah perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan, ” jelasnya.
Suasana kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Kedekatan antara prajurit dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa hubungan kemanusiaan yang kuat terus terjalin, menghangatkan denyut kehidupan di pegunungan Papua.
(jurnalis)

















































