PAPUA BARAT DAYA - Kehadiran prajurit TNI Angkatan Laut dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY membawa angin segar bagi warga Kampung Fuog, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan. Pada Kamis (27/11/2025), mereka menggelar klinik lapangan yang menawarkan layanan kesehatan gratis, menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Kondisi geografis pegunungan dan minimnya transportasi reguler menjadi tantangan utama bagi warga perbatasan untuk mendapatkan pelayanan medis. Menjawab kebutuhan mendesak ini, tim medis Satgas mendirikan pos pelayanan di halaman balai kampung, menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, penanganan penyakit ringan, hingga pembagian obat. Tak lupa, edukasi mengenai pola hidup bersih dan pencegahan penyakit endemik turut disampaikan.

Komandan Satgas, Letkol Marinir Aris Moko, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari operasi teritorial non-tempur yang fokus pada kesejahteraan masyarakat perbatasan.
“Kami memetakan kebutuhan prioritas masyarakat, salah satunya akses kesehatan dasar. Tim medis bergerak secara mobile agar layanan bisa menjangkau titik-titik yang belum tersentuh. Program ini bukan seremonial, akan kami lakukan berkala sesuai temuan di lapangan, ” tegas Letkol Aris Moko.
Kepala Kampung Fuog, Amos Fait, menyambut baik kehadiran Satgas. Ia mengakui jarak menuju puskesmas sangat jauh, terutama bagi lansia dan anak-anak.
“Ketika Satgas datang dan membuka pemeriksaan di kampung, masyarakat merasa sangat tertolong. Ini yang kami harapkan: hadirnya layanan yang bisa langsung diakses di Fuog, ” ujar Amos Fait.
Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh warga. Nelis Waker (19) menceritakan pengalamannya membawa ibunya untuk pemeriksaan.
“Saya bawa mama untuk cek tensi dan konsultasi. Biasanya kami harus tunggu keluarga yang punya kendaraan. Hari ini bisa periksa langsung, obatnya juga ada. Ini sangat membantu, ” ungkap Nelis Waker.
Menanggapi efektivitas program, pakar kesehatan wilayah terpencil dari Komunitas Noken Sehat Papua, dr. Lusia Dominggus, memberikan pandangannya. Ia menilai klinik lapangan TNI memiliki keunggulan mobilitas dan logistik yang signifikan.
“Agar dampaknya panjang, idealnya disinergikan dengan kader posyandu atau agen kesehatan kampung untuk pendataan lanjutan dan edukasi harian, ” saran dr. Lusia Dominggus.
Satgas Yonif 10 Marinir berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan kesehatan berbasis mobile ini, terutama menjelang periode cuaca ekstrem dan perkiraan menurunnya mobilitas warga di akhir tahun.

















































