SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 33 Desa Ganra memulai rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II dengan menggelar Seminar Awal, Rabu, 7 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan PBL II yang berfokus pada pemetaan sumber daya dan potensi lokal masyarakat.
Seminar yang dimulai pukul 13.30 WITA tersebut dihadiri 19 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan desa. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., beserta aparat dan staf desa, Kepala Dusun Bakke dan Kepala Dusun Ganra, perwakilan kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, serta perwakilan masyarakat setempat.
PBL II Posko 33 Desa Ganra dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa lintas departemen, yakni Zhafirah Yustiani dan Afra Izza Amatullah dari Departemen Epidemiologi, Fransisca Budi Ayuningsih Ruliawan dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Rifka Sari dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Nur Pratika Adeliyana Latif dari Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Ekayanti Bubun dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Farhana Putri Qanitah dari Departemen Manajemen Rumah Sakit. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah supervisi Basir, SKM., M.Sc.
Koordinator Desa PBL II, Zhafirah Yustiani, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Ganra bertujuan melanjutkan proses pengkajian masalah kesehatan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Pada tahap PBL II ini, mahasiswa menitikberatkan pada pemetaan aset dan sumber daya masyarakat sebagai dasar penyusunan strategi pemecahan masalah kesehatan secara partisipatif. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PBL II oleh mahasiswa FKM Unhas. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan gambaran singkat kondisi Desa Ganra serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung seluruh rangkaian kegiatan PBL II.
Pada sesi pemaparan, mahasiswa menjelaskan tujuan dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua pekan ke depan. Dalam PBL II ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendorong tumbuhnya kesadaran kritis masyarakat, menggali kebutuhan bersama, serta membantu merumuskan solusi kesehatan berbasis konteks dan potensi lokal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta seminar sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.
Pendekatan yang digunakan dalam PBL II Desa Ganra menekankan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan aset lokal, bukan semata intervensi berbasis masalah. Mahasiswa diajak mengidentifikasi kekuatan yang telah dimiliki desa dan bekerja bersama masyarakat untuk merencanakan capaian yang realistis berdasarkan sumber daya yang ada. Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada poin keempat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta penguatan peran masyarakat.
Selain itu, kegiatan PBL II ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui keterlibatan langsung di masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan kesehatan secara nyata, memperkuat kompetensi akademik dan profesional, serta membangun hubungan sosial yang lebih erat dengan masyarakat Desa Ganra dalam upaya peningkatan kesehatan yang berkelanjutan. (*)


















































