Lansia Depok Rela Antre Berjam-jam demi Cari Rezeki di Open House Istana

3 hours ago 4
Jakarta -

Seorang lansia dari Depok, Slamet Riyadi (63), rela antre sejak pukul 09.00 WIB demi open house di Istana Negara. Slamet berharap mendapat sembako saat open house untuk tambahan stok makanan keluarganya.

"Ya kan daripada kita kan udah libur kerja, daripada nganggur gitu ya, daripada di rumah kan bengong. Ya kita namanya orang nggak punya ya harus gimana caranya secara ini mencari nafkah gitu buat keluarga gitu," ujar Slamet di depan Gerbang Kemensetneg, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).

Slamet naik kereta dari rumahnya di Depok sekitar pukul 8.30 WIB. Dia mengatakan baru kali ini mengikuti open house di Istana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak apa-apa. Ini saya seumur-umur baru ini aja. Baru aja ini. Baru ngantre. Dulu-dulu nggak pernah," ujarnya.

Slamet kini bekerja sebagai serabutan setelah terkena PHK pada 2019. Dia dulunya bekerja sebagai sopir.

"Ya kan setiap tahun sini ada. Bahkan saya nggak pernah, dari dulu nggak pernah. Baru aja ini. Karena ikut acara rame-rame, nimbrung," ujar Slamet.

"Kalau diikhlasin ya saya terima, kalau nggak ya nggak masalah. Cuma kita daripada kita di rumah bengong. Ya kan silaturahmi keluarga udah, tinggal daripada ngapa di rumah," tambahnya.

Slamet mengaku selalu memilih Presiden Prabowo Subianto dalam empat kali pilpres. Dia berharap Prabowo akan memenuhi janji kampanyenya untuk menyejahterakan rakyat.

"Ya mungkin ya kalau bisa, namanya ini dia janji-janjinya kan mau menyejahterakan masyarakat, mau Indonesia Emas 2045. Tapi kenapa ini udah hampir setahun belum ada informasi apa-apa. Kerjaan saya masih susah, sembako masih mahal, terus apa dan lain-lain masih susah juga," ujarnya.

Slamet merupakan warga asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang kini merantau dan tinggal di Depok. Dia hanya membawa tas kantong warna merah saat antre open house Istana.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan gelar griya (open house) di Istana Kepresidenan, Jakarta, diadakan hari ini sejak pukul 12.00 WIB. Teddy menyebutkan kapasitas open house hingga 5.000 orang.

"Kita buka (open house) setelah salat Zuhur. Mungkin jam 12, jam 1, silakan. (Kapasitasnya) ya 5.000-an mungkin seperti tahun lalu lah, gitu. Tentunya kita siapkan di dalam, nanti bila tidak muat, di luar juga sudah disiapkan oleh Pak Mensesneg, tenda, kemudian ya nanti bergantian masuk gitu kan," kata Teddy di sela kunjungan di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/3) malam.

Teddy mengatakan open house dibuka sejak siang hingga sore hari. Dia mengajak masyarakat untuk mengikuti open house diadakan Istana bersama sanak keluarga.

"Tentunya dibuka dari jam 12 mungkin sampai magrib, bergantian masyarakat yang mungkin sama keluarga sekalian putar-putar Idul Fitri, mau bawa satu keluarga, mau mampir ke Istana dipersilakan," lanjutnya.

(mib/maa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |