Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah

5 hours ago 2

loading...

Perjalanan spiritual jemaah haji Indonesia gelombang dua resmi memasuki babak baru seiring dimulainya fase perpindahan menuju Kota Madinah Al Munawwarah. Fase pergerakan masif ini dieksekusi secara serentak mulai Minggu (7/6/2026). Foto/Media Center Haji

MAKKAH - Perjalanan spiritual jemaah haji Indonesia gelombang dua resmi memasuki babak baru seiring dimulainya fase perpindahan menuju Kota Madinah Al Munawwarah. Fase pergerakan masif ini dieksekusi secara serentak mulai Minggu (7/6/2026).

Pada hari pertama mobilisasi ini, pemerintah memberangkatkan sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) secara bertahap menuju Kota Nabi. Total jemaah yang diangkut pada gelombang perdana ini mencapai 5.499 orang dengan menggunakan puluhan armada bus taradudi.

Pemberangkatan kloter pertama diawali oleh rombongan asal Jakarta-Pondok Gede (JKG) 18 dari area pemondokan Misfalah, Sektor 7 Makkah . Ratusan koper bagasi besar milik jemaah telah dimuat rapi ke dalam lambung bus sejak pagi buta.

Baca Juga: Siapakah yang Berhak Mendapat Gelar Haji Mabrur?

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal memimpin langsung prosesi pelepasan jemaah yang diwarnai suasana haru tersebut. Ia memastikan seluruh prosedur operasional keberangkatan telah berjalan sesuai dengan mitigasi keselamatan.

"Barusan sudah kita mulai dari kloter JKG 18 dengan jumlah bus sebanyak 11 bus dengan seluruh jemaah 439," kata Ihsan Faisal saat ditemui Tim Media Center Haji di pelataran Manazel Al Hoor Hotel 2.

Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah

Ihsan menegaskan bahwa pemerintah mematok aturan ketat dengan meniadakan perjalanan bus pada malam hari. Seluruh armada ditargetkan rampung diberangkatkan sebelum pukul 18.00 waktu setempat demi menjaga ritme istirahat para tamu Allah.

Guna mencegah insiden desak-desakan saat menaiki bus, petugas menerapkan prosedur prioritas (boarding pass) yang sangat disiplin. Kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas diberikan karpet merah untuk masuk lebih dulu, disusul oleh rombongan perempuan.

Jemaah haji turut memancarkan raut kesedihan sekaligus antusiasme saat detik-detik bus mulai meninggalkan Kota Makkah.

Tabi'in, seorang jemaah haji Indonesia, mengaku berat meninggalkan Makkah karena tingginya kualitas pelayanan dari pihak penyelenggara.
"Wah, enak banget, Pak, kalau nggak mikirin rumah, nggak mau pulang saya," ujar Tabi'in penuh haru.

Kendati demikian, Tabi'in telah mempersiapkan fisik dan staminanya untuk mengejar rukun ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Mayoritas jemaah menjadikan ziarah ke Raudhah dan menuntaskan salat 40 waktu sebagai target utama selama berada di Madinah.

Menyikapi semangat ibadah tersebut, Ihsan mengingatkan jemaah agar tidak lengah terhadap potensi dehidrasi. Ia meminta jemaah selalu bergerak dalam regu karena sistem tata letak hotel di Madinah sangat berbeda dengan Makkah.

"Khusus untuk di Madinah, itu tidak ada nomor hotel, tapi para jemaah harus mengingat-ingat nama hotelnya dan sektornya," tuturnya memberikan peringatan.

Otoritas Arab Saudi bersama pemerintah Indonesia juga telah mengunci kepastian hak akses ziarah bagi seluruh jemaah gelombang kedua. Akses masuk menuju Taman Surga Raudhah telah dijamin melalui sistem penjadwalan khusus yang terintegrasi.

(zik)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |