Kisah Syekh Isa Al-Bayanuni, Jasad Tetap Utuh karena Cinta kepada Rasulullah SAW?

4 hours ago 2

loading...

Syekh Isa Al-Bayanuni rahimahullah (1873-1943) ulama asal dari Bayanun, salah satu desa di wilayah Aleppo, Suriah, jasadnya masih utuh saat kuburannya digali. Beliau dikenal memiliki kecintaan yang besar kepada Nabi Muhammad SAW. Foto dok Jaringansantri

Salah satu kisah yang dapat menjadi pelajaran tentang mahabbah atau cinta kepada Rasulullah SAW adalah kisah Syekh Isa Al-Bayanuni rahimahullah (1873-1943). Ulama yang berasal dari Bayanun, salah satu desa di wilayah Aleppo, Suriah, tersebut dikenal memiliki kecintaan yang besar kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah kisah, Syekh Isa Al-Bayanuni menceritakan bahwa dirinya pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW . "Aku bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW. Beliau berkata kepadaku: 'Kami sudah menyiapkan tempat untukmu di dekat kami'," demikian kisah yang dinisbatkan kepada Syekh Isa.

Setelah mengalami mimpi tersebut, Syekh Isa berangkat menunaikan ibadah haji ke Makkah. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk menziarahi makam Rasulullah SAW.

Tiga hari setelah berziarah, Syekh Isa dikisahkan jatuh sakit. Setelah beberapa hari mengalami sakit, ia kemudian wafat dan dimakamkan di Pemakaman Baqi', Madinah, pada 1943.

Jasadnya Tetap Utuh

Beberapa tahun kemudian, makam Syekh Isa Al-Bayanuni dibongkar untuk digunakan sebagai tempat pemakaman jenazah lain. Dalam kisah yang beredar, orang-orang yang membongkar makam tersebut dikejutkan dengan kondisi jasad Syekh Isa yang disebut masih utuh.

Baca juga: Bukan Sekadar Wujud Cinta, Ini Makna Memperbanyak Selawat di Bulan Maulid Nabi

Kisah tersebut kemudian dikaitkan dengan syair yang pernah disampaikan Syekh Isa tentang kecintaannya kepada Rasulullah SAW.

Ia berkata:

جسد تمكن حب أحمد فيه ☆ تالله إن الأرض لا تبليه

"Jasad yang menyimpan cinta kepada Ahmad (Nabi Muhammad), demi Allah, bumi tidak akan memakannya."

Syair tersebut kemudian dilanjutkan:

أو كيف يبليه التراب وحبه ☆ في قلبه ومدحه في فيه

"Atau bagaimana tanah akan memakannya, sedangkan cinta kepada Nabi ada di hatinya dan pujian kepadanya ada di lisannya."

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |