loading...
Saking dermawannya, semua uang yang dimiliki Sayyidah Aisyah disedekahkan hingga lupa menyiapkan menu berbuka puasa dan hanya memiliki sepotong roti dan minyak zaitun, karena tidak memiliki uang lagi untuk dibelanjakan. Foto ilustrasi/ist
Ada kisah hikmah dan menarik dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu'anha tentang hal tersebut yang mengandung banyak hikmah ketika kita menjalankan ibadah puasa . Sebagai keluarga muslim, tentu kita wajib mencontoh dari keluarga Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
Aisyah radiyallahu'anha adalah sosok yang gemar bersedekah. Dikisahkan, pada suatu ketika 'Aisyah radhiyallahu 'anha mendapat sedekah uang sebesar 100,000 (seratus ribu) dirham. Beliau yang saat itu sedang berpuasa membagi-bagikan uang itu tanpa sisa, padahal di rumah beliau tidak punya apa-apa. Saat sore tiba, Sayyidah Aisyah memanggil pembantunya agar menyiapkan buka puasa.
Dalam waktu yang tidak lama si pembantu datang dengan membawa sepotong roti dan minyak. Kemudian pembantu tersebut mengatakan, "Sesungguhnya jenengan bisa seandainya berkenan menyisakan barang satu dirham dari uang yang tadi dibagikan untuk membeli daging buat buka puasa!"
Sayyidah 'Aisyah mengatakan, "Oh iya. Seandainya kamu tadi mengingatkan aku, tentu aku melakukan hal itu."
Hikmah Kisah
Kedermawanan dan kemurahan hati Aisyah dalam kisah di atas adalah ciri khas dan karakter akhlak yang terpuji serta permata yang sangat mahal dalam dirinya, yang patut menjadi contoh para muslimah.
Baca juga: 9 Hal yang Dibolehkan saat Puasa Ramadan, Simak Jangan Sampai Keliru!
Dikutip dari buku ‘Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha, Potret Wanita Mulia Sepanjang Zaman’ karya Sayyid Sulaiman An- Nadwi, dijelaskan bahwa sifat-sifat dan kemuliaan akhlaknya benar-benar mewarisi sifat ayahnya, Abu Bakr Ash-Shiddiq.
Abdullah bin Zubair berkata “ Aku tidak pernah melihat dua wanita yang lebih dermawan melebihi Aisyah dan Asma binti Abu Bakr Ash-Shiddiq. Aisyah dia mengumpulkan sesuatu dengan sesuatu, ketika sudah terkumpul banyak, dia membagi-bagikannya, adapun Asma, maka sedikitpun dia tidak menyimpan untuk besok.” ( HR. Bukhari).
Pada suatu ketika ada orang miskin menemuinya dan meminta diberi makan, saat itu di hadapan Aisyah terdapat anggur. Lalu dia berkata kepada seseorang, “Ambillah biji gandum dan berikan kepadanya,”. Namun si miskin tersebut terus-menerus memandangi gandum tersebut”.
Aisyah pun bertanya “Apakah anda terheran-heran? Menurutmu biji gandum ini berapa mitsqal?” Aisyah seakan menyinggung firman Allah :
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az Zalzalah:7)
Dalam riwayat lain, Muawiyah pernah mengirimkan 100.000 dirham kepada Aisyah, lalu Aisyah membagi-baginya sampai tidak tersisa sedikitpun. Barirah berkata, “Anda sedang berpuasa. Kenapa anda tidak membeli daging untuk kita seharga satu dirham?” Lalu Aisyah berkata, “Kalau aku ingat, maka aku akan lakukan”.

















































