Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi memperkenalkan tagline untuk pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, yakni 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Jenderal Sigit menginstruksikan seluruh jajaran Polri bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholder memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Tagline kita kali ini adalah 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemptive dan preventive. Penegakan hukum kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ujar Jenderal Sigit dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Jenderal Sigit menegaskan bahwa persiapan pengamanan harus dilakukan secara matang mengingat pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Untuk mengawal jumlah tersebut, Polri menyiagakan total 2.746 posko di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 2.746 posko yang kita siapkan. Terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam) untuk pengaturan lalu lintas, 779 Pos Pelayanan (Pos Yan) yang bisa digunakan masyarakat untuk istirahat jika kelelahan, serta 343 Pos Terpadu sebagai pusat kendali operasi dan layanan terintegrasi," jelas Jenderal Sigit.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah (dok istimewa) Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah (dok istimewa)
Fokus pengamanan tahun ini mencakup 185.608 objek pengamanan. Rinciannya terdiri dari 121.803 masjid/tempat salat Id, 4.666 lokasi wisata, 2.966 pusat perbelanjaan, serta ribuan terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Jenderal Sigit juga menyoroti kesiapan fasilitas di jalur mudik. Tercatat ada 62 rest area di sepanjang jalur tol yang telah disiagakan dengan fasilitas lengkap mulai dari SPBU hingga stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU). Selain itu, pemerintah mengalihfungsikan 48 unit pelaksana penimbangan kendaraan (jembatan timbang) menjadi tempat istirahat bagi pemudik di jalur arteri.
"Saya minta rekan-rekan memastikan kesiapan peralatan untuk menghadapi potensi bencana. Siapkan jalur evakuasi dan jalur alternatif jika terjadi banjir rob atau longsor, terutama di jalur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," tambahnya.
Kapolri juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai jam-jam rawan kecelakaan, yakni antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Ia meminta pengelola pos pelayanan untuk aktif menyosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara dan mengoptimalkan layanan hotline 110 bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat.
"Jangan underestimate, laksanakan kegiatan seluruhnya dengan seoptimal mungkin. Keberhasilan ini adalah wajah pemerintah, pastikan masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan berangkat maupun kembali," pungkas Jenderal Sigit.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan melibatkan 161.243 personel gabungan trdiri dari 89.228 personel Polri dan 72.015 personel dari instansi terkait seperti TNI, Dishub, Satpol PP, hingga organisasi masyarakat. Gelar Pasukan dijadwalkan digelar pada 12 Maret mendatang.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam rakor ini, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selain itu, hadir pula Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
Rapat ini diikuti oleh 302 peserta secara tatap muka, termasuk 28 PJU Mabes Polri dan 36 Kapolda dari seluruh Indonesia. Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakil Penanggung Jawab. Secara teknis, operasi ini akan dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho selaku Kaopspus. Seluruh pejabat Operasi Ketupat 2026 hadir dalam Rakor ini.
Sementara itu, para Kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti jalannya rakor secara virtual untuk memastikan instruksi pusat tersampaikan hingga ke level wilayah.
Lihat juga Video: Jelajah Mudik Ramadan 2025 Eps 10: Mudik Aman Terhindar dari Kejahatan
(hri/hri)
















































