Hukum Merayakan Isra Mikraj, Kaum Muslim Wajib Tahu!

3 hours ago 2

loading...

Bagi umat Islam, Isra Mikraj biasa diperingati setiap tanggal 27 Rajab, dan tahun ini jatuh pada Jumat (16 Januari 2026). Peristiwa ini dikenal sebagai kejadian luar biasa atau mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Foto ilustrasi/ist

Hukum merayakan Isra Mikraj penting diketahui umat Islam. Dan di Indonesia, Isra Mikraj ini diperingati setiap tahun dan menjadi salah satu hari libur nasional PBHI (peringatan Hari Besar Islam).

Bagi umat Islam, Isra Mikraj biasa diperingati setiap tanggal 27 Rajab, dan tahun ini jatuh pada Jumat (16 Januari 2026). Peristiwa ini dikenal sebagai kejadian luar biasa atau mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Tentang bagaimana hukum memperingatinya? Masih ada selisih pendapat di antara para ulama. Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan (Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), perbedaan pendapat dalam hal ini sudah lama karena memang mustahil menghilangkan perbedaan pendapat fiqih. Bahkan perbedaan pendapat sudah terjadi sejak masa sahabat Nabi, di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.


Yang Melarang

Di antaranya para ulama Arab Saudi dan pengikutnya di dunia. Termasuk para ulama di Asy-Syabakah Al-Islamiyyah, yang diketuai oleh Syekh Abdullah Al-Faqih hafizahullah. Mereka beralasan, bahwa hal ini tidak ada dasarnya dalam Islam. Jika memang baik niscaya umat terbaik sudah mencontohkannya.

Baca juga: Inilah Pesan Rasulullah SAW untuk Para Penguasa di Akhir Zaman

Mereka mengatakan: "Sesungguhnya acara maulid yang dilaksanakan pada malam Isra Mi'raj adalah bid'ah, dan bukan berasal dari agama Islam yang mana Allah Ta'ala utus Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengannya. Hal ini karena beberapa alasan, pertama, Nabi dan para sahabatnya yang mulia, serta para imam Islam, tidak pernah membuat acara pada malam Isra dan Mi'raj.

Jika memang memperingatinya adalah hal yang disyariatkan niscaya mereka akan lebih dahulu melakukannya dibanding kita, karena mereka generasi yang paling bersemangat dibanding kita dalam melakukan kebaikan dan mengejar pahala yang besar. (Fatawa asy Syabakah al Islamiyah no. 38815)

Yang Membolehkan

Pihak yang membolehkan seperti Darul Ifta' al Mishriyyah, termasuk para ulama di Indonesia umumnya. Alasannya hal-hal baru yang sejalan dengan ajaran Islam itu tidak terlarang. Bukan termasuk bid'ah yang tercela. Betapa sering para sahabat nabi melalukan hal-hal atas inisiatif mereka namun tidak ada yang mengingkarinya.

Mereka memfatwakan:

فإن الاحتفال بهذه الذكرى في شهر رجب جائزٌ شرعًا ولا شيء فيه ما دام لم يشتمل على محرمٍ، بل على قرآن وذكر وتذكير؛ وذلك لعدم ورود النهي.
فإن قيل: إن هذا أمر مُحدَثٌ، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: «مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ».. [رواه مسلم]، قلنا: نعم، ولكن من أحدث فيه ما هو منه فليس بردٍّ، بل هو حسن مقبول؛ فهذا سيدنا بلال رضي الله تعالى عنه وأرضاه لم يتوضأ وضوءًا إلا وصلَّى بعده ركعتين، وهذا صحابي جليل يقول بعد الرفع من الركوع: ربنا ولك الحمد حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، وعلِم النبي صلى الله عليه وآله وسلم بذلك وسمعه؛ فبشَّرهما، بالرغم من أن الشرع لم يأمر بخصوص ذلك.وتلاوة القرآن الكريم وذكر الله تعالى من الدين، وإيقاع هذه الأمور في أيِّ وقت من الأوقات ليس هناك ما يمنعه، فالأمر في ذلك على السعة.

"Sesungguhnya peringatan ini ( Isra Mikraj ) di bulan Rajab, adalah boleh secara syar'i. Hal itu tidak apa-apa selama tidak terkandung di dalamnya hal-hal yang diharamkan, tetapi di atas Al-Qur'an, dzikir, dan peringatan. Hal ini tidak ada dalil tentang larangannya.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |