Hadang Karhutla Jelang Kemarau Panjang

7 hours ago 1

Jakarta -

Sejumlah wilayah di Indonesia telah bersiaga menanggulangi dimulainya 'musim' kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini menyusul peringatan kemarau panjang serta 'serangan' El Nino Godzilla oleh BMKG beberapa waktu lalu.

Kedua hal ini, kemarau dan El Nino, akan menjadi fusi yang berpotensi menimbulkan bencana karhutla bila terjadi dalam waktu yang bersamaan. Sebelumnya BMKG juga menyebut jika kondisi iklim pada 2026 berpotensi lebih kering dibandingkan normal. Sementara itu dalam periode yang sama, El Nino-Southern Oscillation (ENSO) pada semester pertama 2026 masih berada pada fase netral. Sementara itu pada semester kedua 2026, kondisi tersebut akan berubah dan diprediksi berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50-80 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis. Namun, jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dikutip dari detikKalimantan Kamis,(9/4).

Berdasarkan data yang disampaikan BMKG melalui laman resminya, titik panas (hotspot) di Indonesia mencapai 1.601 sejak awal April 2026. Mengutip detikKalimantan, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Dari wilayah Sumatera, Pemerintah Kabupaten Muara Enim mulai memperhatikan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah mereka. Meski belum menetapkan status siaga darurat karhutla, Bupati Muara Enim, Edison mengatakan jika pihaknya sudah menyiapkan sejumlah upaya antisipatif.

"Status siaga darurat memang belum ditetapkan, tapi personel dan peralatan selalu kami siagakan untuk mengantisipasi karhutla," ujar Edison, Sabtu (11/4/2026).

Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, BMKG meminta sejumlah pemangku kepentingan untuk melakukan sejumlah pencegahan seperti rewetting, Pemanfaatan sistem Fire Danger Rating System (FDRS) untuk memetakan tingkat kerawanan kebakaran, pemantauan hotspot dan sebaran asap, serta prediksi potensi pertumbuhan awan hujan sebagai dasar intervensi di lapangan.

Akademisi Universitas Palangka Raya, Aswin Usup, mengatakan jika penanganan karhutla harus dilatarbelakangi oleh political will. Lebih lanjut ia mengatakan jika selama ini pemadaman api yang melahap wilayah hutan maupun lahan gambut hanya sebatas reaksi belaka. Tanpa bermaksud menyalahkan, dirinya melihat jika ada solusi yang tepat untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Lalu apa solusi yang ia tawarkan? Bagaimana dirinya melihat peta jalan pemerintah soal pencegahan karhutla? Temukan jawabannya dalam detikSore!

Menuju Bali, detikSore akan melihat situasi terbaru aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan pengemudi truk pengangkut sampah di Pulau Dewata. Berdasarkan pantauan detikBali, para pengunjuk rasa tersebut bahkan memarkirkan truk-truk mereka ke area Kantor Gubernur di di Jalan Basuki Rahmat, Renon, Denpasar sejak Kamis (16/4) sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Ada apa di balik aksi ini? Adakah sikap yang disampaikan oleh Gubernur Wayan Koster terkait tuntutan yang disampaikan? Simak laporan Jurnalis detikBali langsung dari lokasi.

Demam mobil mini 4WD atau Tamiya sempat merajai anak-anak Indonesia pada era 90-an. Popularitasnya tak lepas dari pengaruh kartun Jepang "Yonkuro" yang lekat dengan masa kecil generasi 90-an.

Keunikan mainan ini terletak pada konsep DIY (do it yourself), di mana pemain harus merakit mobil sebelum digunakan. Sensasi semakin lengkap saat mobil yang sudah dirakit diuji di lintasan balap, menghadirkan kompetisi seru di antara para penggemarnya.

Tren ini kembali bangkit saat pandemi Covid-19, ketika banyak orang mencari aktivitas seru di rumah. Selain merakit, peluang menghasilkan uang dari lomba hingga jual beli komponen turut menambah daya tarik.

Hal ini juga yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas Brother Tamiya oleh Leohardy Hermawan. Berawal dari hobi hingga memiliki toko, Leo kerap berbagi pengetahuan dengan sesama penggemar yang datang, hingga tokonya berkembang menjadi basecamp komunitas. Di Brother Tamiya, para anggota rutin menggelar balap Mini 4WD di lintasan khusus, melakukan modifikasi mobil, hingga berbagi tips setting agar lebih cepat dan stabil. Leo menekankan komunitas ini hadir sebagai wadah bagi pecinta Tamiya untuk berkumpul dan saling bertukar ilmu.

Lantas, apa yang membuat hobi ini kembali digemari di semua usia? Bagaimana cara Leo mengubah hobi menjadi ladang cuan? Temukan jawaban selengkapnya bersama Leohardy Hermawan, Founder Brother Tamiya dalam segmen Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/vys)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |