Bukittinggi - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, S.E., M.M., menggebrak Aula Kodim 0304/Agam, Jumat (28/11/2025), dengan sebuah inisiatif penting: Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Ratusan warga dari Bukittinggi dan Agam antusias memadati aula, menunjukkan betapa besar harapan masyarakat akan peningkatan kualitas kesehatan.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Kemenkes RI, Ibu Ratih Dwi Lestari, S.Kep., MARS, yang memberikan sambutan hangat secara virtual. Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran, serta perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, drg. Sanora Yuder, semakin memperkuat kolaborasi lintas sektoral. Tak ketinggalan, unsur Forkopimda, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, dan tokoh masyarakat turut serta, menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan vital ini.
Dalam pidatonya, Ratih Dwi Lestari menggarisbawahi esensi Germas sebagai pondasi krusial dalam membimbing masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat. Ia menekankan pentingnya aktivitas fisik teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai benteng pertahanan utama melawan penyakit tidak menular. "Kesadaran kolektif sangat penting untuk menekan angka penyakit di Sumatera Barat, " tegasnya, menyentuh hati para hadirin akan tanggung jawab bersama.
Lebih lanjut, Ratih Dwi Lestari mengulas kembali Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menginjak tahun kedua sejak Juli 2025, mencakup CKG Ulang Tahun, CKG Sekolah, dan CKG Khusus yang difokuskan untuk ibu hamil, bayi, dan balita. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Melalui layar Zoom, Ade Rezki Pratama, Anggota Komisi IX DPR RI, tak lupa mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang hadir. Ia mengenang masa lalu ketika pemeriksaan kesehatan seringkali memberatkan secara finansial. "Dulu cek up mahal, tapi hari ini pemeriksaan gratis sudah bisa dinikmati semua lapisan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, " ujarnya penuh semangat, mengingatkan bahwa pencegahan adalah investasi kesehatan terbaik.
Ade Rezki Pratama menegaskan komitmen Komisi IX untuk terus berjuang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok yang rentan. Perjuangannya ini merupakan representasi kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
Di tengah euforia kesehatan, Camat ABTB Hendra Eka Putra turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda. Ia mengimbau warga, terutama yang berdomisili di bantaran sungai, untuk senantiasa menjaga keselamatan diri. "Kami imbau warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Jika tidak ada urusan penting, sebaiknya tetap di rumah demi keselamatan, " pesannya.
Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Hendra Eka Putra turut mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi Germas dan pemeriksaan kesehatan gratis. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di era meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan pribadi. "Kami sangat berterima kasih, karena cek kesehatan gratis seperti ini benar-benar membantu masyarakat. Banyak warga yang mungkin belum sempat atau ragu memeriksa kondisi kesehatannya, dan melalui kegiatan ini mereka bisa mendapat layanan langsung dari tenaga medis, " ungkapnya, menggambarkan betapa berharganya kesempatan ini bagi warga.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Viana Liza, MKM, memberikan gambaran tentang sistem rujukan berbasis kompetensi per regional yang kini diterapkan. Sistem ini dirancang untuk memperkuat efektivitas layanan kesehatan di rumah sakit, memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat sesuai tingkat kompetisi fasilitas kesehatan.
Sementara itu, drg. Sanora Yuder memaparkan perkembangan fasilitas kesehatan di Kota Bukittinggi yang semakin membaik. Ia bangga menyampaikan peningkatan status RSAM Bukittinggi dari kelas B menjadi A, serta penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terakreditasi. Kota Bukittinggi kini memiliki 70 praktik mandiri tenaga kesehatan, 7 puskesmas (6 di antaranya Paripurna/bintang 5), 8 klinik utama, dan 6 rumah sakit rujukan. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan Puskesmas Birugo yang ditargetkan beroperasi akhir tahun ini, menambah daftar panjang kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga.
drg. Sanora Yuder juga menjelaskan alur rujukan pelayanan kesehatan yang berjenjang. Pasien akan memulai layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik. Jika memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit. Pasien kelas 3 dari puskesmas wajib dirujuk ke RSUD dan akan diantar dengan ambulans, sementara kasus gawat darurat dapat langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Rujukan prioritas utama adalah ke RSUD Kota Bukittinggi dan RSUD Dr. Achmad Mochtar.

Peran Mobil Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) juga disorot oleh drg. Sanora Yuder sebagai penguat akses warga terhadap layanan kesehatan. "Mobil JKM kami siapkan agar masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan transportasi atau kondisi darurat, tetap mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat. Mobil ini standby di puskesmas dan bisa dimanfaatkan tanpa biaya sesuai ketentuan pelayanan, " jelasnya. Mobil JKM aktif dalam berbagai kegiatan jemput bola, termasuk kunjungan lansia, penanganan kasus spesifik, dan mendukung program kesehatan di tingkat kelurahan. "Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang terlambat mendapat pertolongan hanya karena persoalan transportasi. Ini bentuk komitmen kami untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga, " tambahnya, menunjukkan dedikasi penuh untuk melayani masyarakat.
drg. Sanora menambahkan bahwa pelayanan kesehatan di Kota Bukittinggi saat ini semakin lengkap dan terus diperkuat, termasuk di bidang kesehatan gigi. Ia menyebutkan bahwa kota ini telah memiliki Klinik Utama yang bekerja sama dengan BPJS, sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh dirujuk ke RSAM atau ke rumah sakit di Padang Panjang untuk perawatan lanjutan. "Jika kita ingin perawatan dan memperbaiki kondisi gigi, kita sudah punya klinik utama di Kota Bukittinggi yang bekerja sama dengan BPJS. Jadi, masyarakat tidak harus lagi dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit di luar daerah. Ke depannya, kita berharap klinik ini juga bisa memperluas kerja sama dengan BPJS untuk layanan gigi lanjutan, " jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki sejumlah fasilitas kesehatan lain yang dapat menjadi pilihan masyarakat, seperti Klinik Hewan dr. Herman Safar serta Klinik Utama Bukittinggi Eye Center. "Untuk pelayanan rujukan mata, masyarakat juga boleh memilih Bukittinggi Eye Center sebagai faskes utama. Semua ini tentunya untuk memudahkan layanan kesehatan warga, " pungkas drg. Sanora.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin tercerahkan akan pentingnya pola hidup sehat dan mampu mengintegrasikan Germas dalam rutinitas harian mereka, menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.(Lindafang)
















































