Efek Domino Selat Hormuz: Pasokan Avtur Eropa Tercekik, 20 Ribu Penerbangan Dibatalkan

17 hours ago 6

loading...

Maskapai raksasa Jerman, resmi mengumumkan pembatalan masif sebanyak 20.000 penerbangan jarak pendek selama musim panas 2026. Foto/Dok

JAKARTA - Efek blokade Selat Hormuz imbas perang berkepanjangan antara Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran meluas hingga Eropa. Maskapai raksasa Jerman, Lufthansa resmi mengumumkan pembatalan masif sebanyak 20.000 penerbangan jarak pendek selama musim panas 2026.

Langkah drastis ini diambil setelah harga bahan bakar pesawat (jet fuel) atau avtur melonjak tak terkendali akibat eskalasi perang di Timur Tengah. Kenaikan harga avtur yang berlipat ganda sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran telah membuat banyak rute penerbangan dianggap tidak menguntungkan lagi bagi perusahaan.

Efek Domino Selat Hormuz: Pasokan Avtur Eropa Tercekik

Krisis ini berakar dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Perlu diketahui, wilayah Teluk adalah sumber utama bahan bakar penerbangan dunia, menyumbang sekitar 50% impor Eropa. Penutupan jalur nadi ini membuat distribusi avtur lumpuh dan harganya melambung ke titik tertinggi.

Baca Juga: Krisis Avtur Hantam California, Penerbangan Mulai Banyak Dibatalkan

Lufthansa memperkirakan bahwa dengan memangkas rute-rute ini, mereka dapat menghemat sekitar 40.000 metrik ton avtur. Mayoritas pembatalan ini berdampak pada layanan CityLine mereka.

Lufthansa akan menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju beberapa destinasi, seperti Stuttgart, Heringsdorf, Trondheim. Sedangkan untuk wilayah Eropa Timur dan Tengah yakni Gdańsk, Wrocław, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Tivat, hingga ke Eropa Barat yaitu Cork (Irlandia).

Baca Juga: Krisis Avtur Hantam Vietnam, Maskapai Pangkas Massal Jadwal Penerbangan

Bagi penumpang yang terdampak, Lufthansa menjanjikan pengembalian dana (refund) atau pemesanan ulang melalui maskapai mitra seperti SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan ITA Airways. Namun, maskapai tersebut memperingatkan bahwa beberapa pemangkasan rute ini bisa menjadi permanen.

Avtur Eropa Hanya Cukup untuk Hitungan Minggu?

Badan Energi Internasional (IEA) baru saja merilis peringatan keras bahwa Eropa bisa kehabisan bahan bakar pesawat hanya dalam hitungan minggu jika disrupsi di Selat Hormuz terus berlanjut. Sebagai langkah darurat, Uni Eropa (UE) resmi mendirikan "Observatorium Bahan Bakar" pada Rabu (22/4/2026) untuk melacak stok dan impor guna mengidentifikasi potensi kelangkaan lebih dini.

Selain Lufthansa, maskapai besar lain seperti KLM-France dan Delta juga sudah mulai mengurangi frekuensi terbang atau menaikkan harga tiket untuk membebankan biaya operasional kepada konsumen.

(akr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |