loading...
Festival Alue-Do yang digelar sebagai ritual kesuburan di Nigeria memicu kemarahan publik internasional, dianggap sebagai festival pemerkosaan. Foto/Medafrica Times
ABUJA - Sebuah festival baru-baru ini di Negara Bagian Delta, Nigeria, telah memicu kemarahan publik di seluruh dunia. Beberapa video dari kejadian itu beredar secara online, yang menunjukkan para perempuan dikejar di jalanan, dilucuti pakaiannya, dan diserang secara seksual oleh sekelompok pria di siang bolong.
Video-video tersebut, yang direkam selama festival kesuburan tahunan Alue-Do di Ozoro, Negara Bagian Delta, telah mendorong penyelidikan polisi dan mengakibatkan beberapa penangkapan. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa beberapa tersangka telah ditahan.
Baca Juga: Dokter Bedah Prancis Ini Akan Diadili karena Memerkosa 299 Pasien
Banyak orang di internet menggambarkan peristiwa tersebut sebagai "festival pemerkosaan", sebuah istilah yang menyoroti skala dan kebrutalan dari apa yang terekam dalam kamera.
Dalam klip yang beredar di media sosial, para perempuan terlihat berlari melalui jalanan yang ramai sementara sekelompok pria mengejar mereka. Beberapa saat kemudian, perempuan-perempuan itu dikelilingi, pakaian mereka disobek saat mereka diraba dan diserang, sementara para penonton merekam dan berteriak, dengan beberapa tampak bersorak.
Ini bukanlah insiden yang terisolasi.
Beberapa video menunjukkan serangan serupa yang terjadi di berbagai lokasi selama festival, melibatkan kelompok besar pria dan bahkan anak laki-laki muda. Banyak korban, yang diyakini sebagai mahasiswi dari universitas terdekat, dilaporkan telah dirawat di rumah sakit.
Skala kekerasan dan jumlah peserta dengan cepat mengubah insiden tersebut menjadi titik fokus nasional dan internasional, yang mendorong respons dari pihak berwenang.
Polisi di Negara Bagian Delta mengonfirmasi penangkapan beberapa tersangka terkait serangan tersebut, termasuk seorang pemimpin komunitas dan empat pemuda yang diidentifikasi dalam video viral. Investigasi masih berlangsung.
Juru bicara kepolisian negara bagian, Bright Edafe, mengatakan mereka yang terlibat akan menghadapi tuntutan, sementara Komisaris Polisi Delta, Aina Adesola, memerintahkan pemindahan segera para tersangka ke Departemen Investigasi Kriminal (CID) Negara Bagian Delta.
“Komisaris Polisi telah menginstruksikan agar para tersangka dipindahkan ke CID Negara Bagian tanpa penundaan. Komisaris berkomitmen untuk memastikan bahwa siapa pun yang terlibat akan ditangkap dan dibawa ke pengadilan,” kata Edafe.
Menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan seksual dan penghinaan publik, Edafe mencatat bahwa tidak ada pengaduan pemerkosaan resmi yang diajukan pada saat itu dan mendesak para korban dan saksi untuk memberikan informasi apa pun.
Pada hari-hari berikutnya, jumlah tersangka yang ditangkap meningkat, dengan lebih dari selusin orang ditahan saat para penyelidik meneliti video dan keterangan saksi. Polisi mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil dari penyelidikan yang terarah, menambahkan bahwa lebih banyak tersangka masih dapat diidentifikasi seiring berlanjutnya penyelidikan.

















































