SOPPENG — Rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan II (PBL II) mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) di Desa Ganra terus berlanjut. Mahasiswa yang tergabung dalam Posko 33 Desa Ganra menggelar forum diskusi bersama supervisor dan Sekretaris Desa Ganra guna membahas mekanisme pemetaan aset desa sebagai dasar penyusunan perencanaan program kesehatan berbasis potensi lokal.
Forum diskusi ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam memahami karakter Desa Ganra secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi permasalahan kesehatan, tetapi juga dari potensi dan kekuatan yang dimiliki masyarakat setempat. Pemetaan aset dipandang sebagai pendekatan strategis untuk menghasilkan perencanaan intervensi yang partisipatif dan berkelanjutan.
Sekretaris Desa Ganra memberikan sejumlah masukan terkait waktu pelaksanaan forum diskusi bersama masyarakat. Ia menyarankan agar kegiatan dilaksanakan pada momen yang telah menjadi kebiasaan warga, seperti malam Jumat usai pengajian, setelah salat Isya, atau bersamaan dengan kegiatan ramah tamah mahasiswa KKN STAI Al-Ghazali Desa Ganra. Menurutnya, pemilihan waktu tersebut akan memudahkan kehadiran masyarakat sekaligus menciptakan suasana diskusi yang lebih cair dan inklusif.
Pertimbangan waktu dan tempat pelaksanaan forum dinilai penting untuk memastikan efektivitas kegiatan. Diskusi pada malam Jumat, misalnya, dianggap tepat karena mayoritas warga telah menyelesaikan aktivitas harian dan keagamaan sehingga lebih siap mengikuti pembahasan secara fokus. Selain itu, suasana kebersamaan yang tercipta diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, supervisor, dan unsur masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh tujuh mahasiswa PBL II FKM Unhas Posko 33 Desa Ganra, yakni Zhafirah Yustiani dan Afra Izza Amatullah (Epidemiologi), Fransisca Budi Ayuningsih Ruliawan (Kesehatan Lingkungan), Rifka Sari (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Nur Pratika Adeliyana Latif (PKIP), Ekayanti Bubun (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta Farhana Putri Qanitah (Manajemen Rumah Sakit). Forum diskusi dibimbing langsung oleh Supervisor PBL II, Basir, SKM., M.Sc.
Dalam diskusi tersebut, Sekretaris Desa Ganra menjelaskan mekanisme pengumpulan serta pengelolaan data aset desa yang selama ini telah diterapkan oleh pemerintah desa. Ia menekankan pentingnya keterpaduan data antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat agar perencanaan program yang disusun dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Supervisor PBL II, Basir, SKM., M.Sc., menegaskan bahwa pemetaan aset merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan PBL II. Menurutnya, pendekatan ini membantu mahasiswa melihat desa sebagai komunitas yang memiliki sumber daya dan kekuatan untuk dikembangkan, bukan semata-mata sebagai wilayah dengan berbagai keterbatasan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita keempat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan. Selain itu, PBL II juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Good Health and Well-Being. Melalui keterlibatan langsung di masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan kesehatan secara nyata, memperkuat relasi sosial, serta berperan aktif dalam merancang solusi berbasis potensi lokal.
Melalui rangkaian PBL II ini, mahasiswa FKM Unhas diharapkan tidak hanya mengasah kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat Desa Ganra secara berkelanjutan. (*)


















































