Dinkes Ungkap Ada 288 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 35 yang Kantongi SLHS

2 weeks ago 13

Jakarta -

Bupati Bogor Rudy Susmanto menggelar rapat progres pembangunan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat digelar untuk evaluasi perkembangan dan merumuskan percepatan program.

Rudy menekankan pentingnya tata kelola aset dan administrasi yang jelas agar percepatan pembangunan terlaksana tanpa hambatan. Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki standar pembangunan dapur MBG yang tinggi.

"Oleh karena itu, harus dijalankan dengan serius, administrasi lengkap, dan mekanisme penggunaan bahan yang tepat. Program ini merupakan prioritas Presiden dan harus diawasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Rudy dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty menjelaskan ada 288 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayahnya. Sekitar 195 SPPG telah mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji (PKPSS).

"Pelatihan diikuti secara merata oleh seluruh karyawan SPPG, dengan rata-rata 47 pegawai per SPPG, sehingga Kabupaten Bogor berhasil melibatkan 100% pegawai yang terdaftar," jelasnya.

Sebanyak 163 SPPG telah dilakukan inspeksi lingkungan langsung oleh petugas Puskesmas. Pemeriksaan meliputi kebersihan dapur, kualitas air, dan fasilitas penyajian makanan. Dari 288 SPPG, baru 35 yang berhasil mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Kabupaten Bogor.

"Sampai saat ini, 35 SPPG telah berhasil mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau sekitar 12,6% dari total SPPG. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menghimbau seluruh SPPG dan pihak terkait untuk segera melengkapi persyaratan agar penerbitan SLHS dapat dilakukan secara maksimal," bebernya.

Dia mengatakan upaya terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Sehingga, kualitas pangan dan gizi bisa diberikan yang terbaik untuk penerima MBG.

"Proses ini merupakan bagian dari upaya mempercepat sertifikasi higiene sanitasi di seluruh SPPG Kabupaten Bogor, sehingga seluruh sekolah dapat memastikan kualitas pangan dan gizi yang layak bagi para peserta didik," pungkasnya.

(rdh/yld)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |