SOPPENG — Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Program Studi Kesehatan Masyarakat melaksanakan Seminar Awal PBL Tahap II di Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi titik awal sosialisasi arah, tujuan, serta tahapan PBL berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan selama masa penugasan mahasiswa di desa tersebut.
Seminar awal ini difokuskan pada penguatan pemahaman bersama terkait konsep PBL II yang menekankan pemetaan aset, kapasitas, dan sumber daya desa sebagai fondasi perencanaan intervensi kesehatan pada tahap selanjutnya. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam upaya peningkatan kesehatan berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Lalabata Riaja, Marhabang, S.IP., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa desa masih menghadapi sejumlah persoalan kesehatan, dengan stunting sebagai salah satu masalah prioritas yang telah teridentifikasi pada pelaksanaan PBL sebelumnya. Ia mendorong seluruh perangkat desa, kader kesehatan, serta masyarakat untuk aktif mendukung mahasiswa PBL II, khususnya dalam membuka akses dan meninjau kembali data PBL I sebagai bagian dari proses pemetaan aset desa.
“Keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. Dengan kerja sama yang baik, uppermasalahan kesehatan dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan, ” ujarnya.
Supervisor PBL, Andi Selvi Yusnitasari, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa PBL II difokuskan pada identifikasi kekuatan dan sumber daya yang dimiliki desa, mulai dari aset individu, sosial, hingga kelembagaan. Proses ini dilakukan melalui diskusi bersama masyarakat dan tokoh setempat untuk menggali potensi yang dapat dikembangkan sebagai dasar perencanaan intervensi pada PBL Tahap III.
Menurutnya, pendekatan berbasis aset memungkinkan program kesehatan yang dirancang tetap berjalan dan memberi manfaat jangka panjang, meskipun mahasiswa telah menyelesaikan kegiatan PBL di desa.
Sementara itu, Koordinator Posko Desa Lalabata Riaja, Andi Utami Deasrini, menegaskan bahwa seminar awal ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait arah dan tahapan PBL II, sekaligus membangun dukungan masyarakat terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pelaksanaan PBL II ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 tentang Zero Hunger dan SDG 3 tentang Good Health and Well-Being melalui upaya pencegahan stunting, serta SDG 17 tentang kemitraan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita, terutama dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat berbasis desa.
Seminar awal PBL II dihadiri oleh 17 peserta yang terdiri atas Kepala Desa Lalabata Riaja beserta jajaran, supervisor PBL, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Adapun mahasiswa yang terlibat berjumlah tujuh orang, yakni Andi Utami Deasrini dan Riska (Epidemiologi), Hadela Pratiwi S (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Nurmala Dewi A dan Nur Haliza Zalsabilla (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Nur Ulyah Mulyani (Manajemen Rumah Sakit), serta Viladelvia Datu Lalong (Kesehatan Lingkungan).
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang solid antara mahasiswa dan masyarakat Desa Lalabata Riaja dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai dasar penyusunan intervensi kesehatan yang tepat sasaran, partisipatif, dan berkelanjutan. (*)


















































