Dari Stunting hingga Hipertensi, PBL II FKM Unhas Petakan Aset Kesehatan Kelurahan Bila Soppeng

16 hours ago 6

SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko Kelurahan Bila memulai rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tahap II dengan menggelar Seminar Awal di Kantor Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu, 7 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya PBL II yang menitikberatkan pada pemetaan aset dan sumber daya masyarakat sebagai dasar penyusunan strategi pemecahan masalah kesehatan secara partisipatif.

Pelaksanaan PBL II Kelurahan Bila berada di bawah supervisi Dian Sidik Arsyad, SKM., MKM., Ph.D., selaku dosen pembimbing lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa FKM Unhas, yakni Fadilah Putri Anisa (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Wildana Fajrah (Epidemiologi), Aidinah Mukhlisa Samsurya (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Anisa Riyanti (Kesehatan Lingkungan), Anna Septi Aryani (Biostatistik/KKB), Sarah Sari Dewi Siswa (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), serta Nancy Jelita Sahuburua (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Seminar awal tersebut dihadiri 15 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Hadir di antaranya Sekretaris Kelurahan Bila, Rukmawati, S.Sos., yang mewakili Lurah Bila, jajaran perangkat kelurahan, para kepala lingkungan, Kepala UPTD Puskesmas Sewo, Ketua LPMK, Ketua Tim Penggerak PKK, kader posyandu, ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan PBL II di Kelurahan Bila.

Koordinator Kelurahan PBL II, Fadilah Putri Anisa, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang telah dilaksanakan pada Juli 2025. Pada tahap sebelumnya, mahasiswa telah melakukan pengumpulan data dan menetapkan tiga masalah kesehatan prioritas di Kelurahan Bila, yakni stunting, hipertensi, dan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang HIV. Pada PBL II, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan menggali potensi dan aset yang dimiliki masyarakat sebagai landasan penyusunan solusi kesehatan.

Menurut Fadilah, pendekatan pemetaan aset diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang lebih realistis, sesuai dengan kondisi lokal, serta berkelanjutan karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pemetaan aset dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup enam kategori utama, yakni aset individu, aset sosial dan budaya, aset institusi, aset sarana dan prasarana, aset sumber daya alam, serta aset ekonomi. Melalui proses ini, masyarakat diajak mengenali dan memanfaatkan kekuatan yang telah dimiliki untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan.

Sekretaris Kelurahan Bila, Rukmawati, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa FKM Unhas yang kembali melaksanakan PBL di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah kelurahan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian PBL II, khususnya dalam upaya pemetaan aset masyarakat sebagai langkah strategis penyelesaian masalah kesehatan. Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa, perangkat kelurahan, dan masyarakat dapat melahirkan program kesehatan yang tepat sasaran dan berdampak nyata.

PBL II di Kelurahan Bila dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak 5 hingga 19 Januari 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun gambaran komprehensif mengenai sumber daya dan kekuatan masyarakat serta rekomendasi pemecahan masalah kesehatan yang berbasis aset dan potensi lokal.

Pelaksanaan PBL II ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya Asta Cita keempat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama tujuan ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Seminar Awal PBL II ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol komitmen antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Bila, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa FKM Unhas. (*)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |