Dari Jakarta untuk NTT, BAGUNA DPD PDIP DKI Hadirkan Dapur Umum bagi Korban Gempa

2 hours ago 5

Jakarta -

Di tengah duka dan ketidakpastian yang masih dirasakan warga pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kehadiran dan perhatian menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat terdampak. Kondisi tersebut mendorong Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, untuk hadir di lokasi bencana.

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu turun langsung melihat kondisi sekaligus kebutuhan warga di dua Dusun yaitu di Dusun Terang 1, dan Dusun Terang 2, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Bersama tim BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Kent hadir tidak sekadar membawa bantuan logistik, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Jakarta untuk NTT, BAGUNA DPD PDIP DKI Hadirkan Dapur Umum bagi Korban GempaBAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan DKI Jakarta Hadir Menyediakan Pelayanan Dapur Umum Untuk Warga Korban Gempa di NTT. Foto. Dok: PDI P DKI.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak. Dapur umum tersebut menyediakan sekitar 1.000 porsi makanan siap saji setiap hari.

Selain makanan, BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta juga menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya 30 unit tenda regu berukuran 3 x 4 meter, tas sekolah, alat tulis, serta makanan pendamping bergizi bagi anak-anak yang berada di pengungsian. Pelayanan dan dukungan kepada masyarakat dilaksanakan selama 24 jam, mulai 23 Agustus hingga 4 September 2026.

Bagi Kent, bantuan dalam situasi bencana tidak semata-mata diukur dari jumlah barang yang disalurkan. Lebih dari itu, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bentuk empati dan solidaritas kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit.

"Bagi kami, ketika saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur sedang menghadapi musibah, tidak ada alasan untuk berdiam diri. Gempa bumi bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang kehidupan masyarakat. Ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, ada orang tua yang harus memikirkan keselamatan anak-anaknya, ada warga yang harus menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan, dan juga ada yang kehilangan anggota keluarganya," ujar Kent dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan material. Mereka membutuhkan rasa aman, dukungan moral, perhatian, dan keyakinan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.

"Kami datang bukan semata-mata membawa bantuan logistik. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Ada sesama anak bangsa yang peduli, yang ikut merasakan kesedihan mereka, dan yang ingin hadir untuk membantu meringankan beban mereka," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Kent menegaskan, semangat gotong royong harus hadir secara nyata ketika masyarakat menghadapi bencana. Menurut dia, musibah tidak mengenal batas wilayah sehingga kepedulian terhadap korban bencana juga tidak boleh dibatasi oleh jarak.

"Bagi kami, kemanusiaan tidak mengenal jarak. Ketika saudara-saudara kita membutuhkan uluran tangan, sudah sepatutnya kita hadir, mendengar, dan bergerak bersama," tegasnya.

Ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut memberikan perhatian dan dukungan kepada warga yang terdampak bencana di NTT. Pemerintah memiliki peran penting dalam penanganan bencana, namun kekuatan masyarakat melalui gotong royong juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam proses pemulihan.

"Dalam situasi bencana, gotong royong bukan sekadar slogan. Gotong royong adalah kekuatan yang membuat masyarakat mampu bertahan dan bangkit. Karena itu, siapa pun yang memiliki kemampuan untuk membantu, mari mengambil bagian," tutur Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu.

Kehadiran BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta di tengah warga Golo Sepang NTT ini diharapkan dapat memberikan sedikit rasa aman sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada dalam kondisi pascabencana.

Terlebih, perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak di pengungsian. Bantuan alat tulis dan makanan pendamping bergizi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk tetap mendapatkan perhatian di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

"Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga, menghadirkan rasa aman, dan menjadi penguat bagi mereka untuk kembali bangkit. Karena dalam setiap bencana, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kehadiran dan rasa bahwa kita tidak sendiri," ujarnya.

Dari Jakarta untuk NTT, BAGUNA DPD PDIP DKI Hadirkan Dapur Umum bagi Korban GempaBAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan DKI Jakarta Hadir Menyediakan Pelayanan Dapur Umum Untuk Warga Korban Gempa di NTT. Foto. Dok: PDI P DKI.

Kent pun masih teringat terus dengan pesan dari Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang memerintahkan seluruh kader partai untuk terus memperkuat gerak kemanusiaan melalui BAGUNA PDI Perjuangan. Dengan kesulitan yang dialami Masyarakat NTT saat ini, maka seluruh komitmen kerakyatan harus terus dilakukan dengan turun ke bawah.

"Pesan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, seluruh kader harus membantu rakyat dengan seluruh pikiran dan tenaga. Dan juga hindari sikap lupa pada rakyat saat sudah menjabat Anggota Dewan atau Kepala Daerah. Teruslah melakukan pergerakan turun ke bawah, untuk menangis dan tertawa bersama rakyat. BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta akan selalu konsisten dan senantiasa dengan tulus dan ikhlas melayani para korban yang terdampak musibah," tegasnya.

Ia memastikan BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta akan terus mengambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa pamrih, khususnya dalam situasi bencana.

"BAGUNA hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan persaudaraan. NTT tidak sendiri. Kita bersama-sama, kita gotong royong, dan kita bangkit bersama," pungkasnya.

(ega/akd)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |