Cerita Ardi Perdana War Tiket Kereta Mudik: Deg-degan sampai Teriak-teriak

4 hours ago 5

Jakarta -

Kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi favorit warga untuk melakukan perjalanan mudik. Mendapatkan tiket kereta untuk mudik Lebaran tidak mudah, para calon pemudik harus saling cepat berburu atau war tiket.

Salah satunya dilakukan oleh Salsabila (23). Warga asal Yogyakarta ini telah mengikuti war tiket sejak awal Maret. Namun ia mengaku perburuan tiket kereta api untuk mudik tidak semudah tahun sebelumnya.

"Pas awal buka itu susah banget, beda sama tahun kemarin. Tahun lalu lebih gampang war tiketnya, tapi verifikasinya chaos. Tahun ini kebalik, war tiketnya susah tapi verifikasinya gampang," kata Salsabila saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan harga tiket reguler menuju Yogyakarta yang berkisar Rp 200-300 ribu tergantung kelas. Meski sulit, Salsabila menilai usaha berburu tiket tetap sepadan.

"Kalau tiket Lebaran kan lumayan mahal, emang susah di-war juga. Tapi kalau sudah dapat, alhamdulillah senang bisa pulang kampung," ucapnya.

Pemudik di Stasiun Senen, 18 Maret 2026 (Ondang/detikcom)Pemudik di Stasiun Senen, 18 Maret 2026 (Ondang/detikcom)

Tak jauh berbeda dengan Salsabila, warga bernama R Ardi Martaraja (43) mengaku baru pertama kali merasakan ketegangan berburu tiket kereta api online. Dia bahkan bersiap sejak tengah malam untuk mencoba mendapatkan tiket.

"Kalau pas hari-H itu kita sudah siap, KK (kartu keluarga) juga sudah disiapin. Tapi pas klik loading-nya lama, mungkin karena banyak yang akses. Jadi sering nggak dapat," ujar Ardi.

Dia menyebutkan momen paling menegangkan terjadi saat berburu tiket pada malam hari menjelang sahur. Saat itu dia telah bersiap war tiket bersama istrinya.

"Jam 1 malam biasanya sudah standby. Deg-degan, apalagi sambil teriak-teriak 'cepetan, cepetan' karena takut kehabisan," ceritanya.

Ardi akhirnya berhasil mendapat tiket mudik bersama anak dan istrinya. Mereka hendak mudik Kutoharjo, Jawa Tengah.

"Kalau kemarin kebetulan dua tahun kemarin motor, motoran terus. Ini baru ini nih naik kereta lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Nurma (23) merasakan hal serupa saat berburu tiket melalui aplikasi. Mereka bahkan harus begadang hingga dini hari demi mendapatkan tiket ke Cilacap, Jawa Tengah.

"Kita war tiket dari jam setengah 12 malam sampai setengah 2 pagi. Deg-degannya dapet banget karena waktunya terburu-buru," ucap Nurma.

Nurma mengaku proses pembelian tiket pun tidak berjalan mulus. Mereka sempat mengalami kegagalan berulang kali sebelum akhirnya mendapatkan tiket.

"Berkali-kali gagal, terus coba lagi tiap jam tiket dibuka. Akhirnya dapat juga," tambahnya.

Nurma mendapat tiket dengan harga Rp 350 ribu. Dia mengatakan jumlah itu masih di bawah harga rata-rata tiket Lebaran yang bisa mencapai lebih dari Rp 400 ribu.

"Normal-lah ya kalau untuk Lebaran. Biasa kan pada dapet yang 400 ke atas, 400 ke atas gitu. Kita dapet 400 ke bawah itu udah menurut aku normal banget sih," pungkasnya.

(ond/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |