Jakarta -
Polisi menampilkan rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah hingga rute perjalanan eksekutor penyiraman air keras ke aktivis kontraS, Andrie Yunus. Polisi menduga air keras itu telah mengenai tubuh eksekutor tersebut.
"Ini termonitor di Jalan Diponegoro eksekutor ini, diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral, ini terlihat di video CCTV," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Dari rekaman CCTV, dua eksekutor penyiraman air keras ke Andrie tersebut berboncengan menggunakan satu motor. Mereka sempat menepi setelah melakukan penyiraman dan diduga membersihkan cipratan air keras tersebut menggunakan air mineral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman mengatakan eksekutor yang menjadi pengemudi motor itu juga sempat melepas kemeja berwarna batik yang dikenakannya di awal. Saat beraksi, eksekutor itu mengenakan kemeja batik.
"Nah, ini rekan-rekan sekalian terlihat dua orang yang depan yang menggunakan kaus merah itu kami duga pakaian luarnya sudah dilepas, karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru," ujarnya.
Iman mengatakan terduga pelaku pengemudi itu memang mengenakan baju dobel, yakni kaus merah yang kemudian dilapisi kemeja batik berwarna biru di bagian luar. Setelah kejadian penyiraman, Iman mengatakan terduga pelaku melepas kemeja batik tersebut lalu hanya mengenakan kaus merah.
"Ini yang menggunakan kaus merah dan kaus ini juga termonitor tertangkap CCTV pada saat siang hari sebelum kejadian. Ini melaju kemudian termonitor juga nanti di simpang mengarah Kramat Raya," ujarnya.
"Kemudian, pasca-kejadian dengan pelaku yang sudah menggunakan kaos bagian dalamnya, karena kaus bagian luarnya diduga terkena cairan tersebut dan dilepas oleh si pelaku," sambung Iman.
Seperti diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku di Jakpus, Kamis (12/3) malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Mabes TNI juga telah buka suara terkait kasus penyiraman air keras kepada Andrie. TNI menyatakan empat prajuritnya diduga sebagai pelaku penyiraman, tiga di antaranya berpangkat perwira pertama, yaitu kapten dan letnan satu (lettu).
"Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES," papar Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI.
(mib/ygs)

















































