Sejumlah anggota DPR hingga DPD RI membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia menyikapi kondisi geopolitik saat ini. Mereka berharap gerakan tersebut dapat menghentikan perang yang terjadi antara AS-Israel dengan Iran dan negara-negara Teluk.
Hadir dalam deklarasi Kaukus Parlemen untuk Perdamaian, yakni Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay, Ketua Bappilu PKS Mardani Ali Sera, legislator PKB Eva Monalisa, anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan hingga senator Muhammad Nuh.
"Jadi kami berkumpul, sebenarnya sudah membangun komunikasi dalam waktu seminggu ini, ada sekitar 30-an kawan-kawan anggota DPR dan anggota DPD yang tergabung dalam satu grup yang kita sebut sebagai Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doli menyebut Kaukus Parlemen mendorong adanya perdamaian yang abadi. Pihaknya menyoroti perang di Timur Tengah yang meluas hingga berdampak signifikan terhadap pasukan energi terutama BBM.
"Dan kita sebagai negara yang tadi cinta damai itu, kemudian sudah mulai kena dampaknya. Dan dampaknya sudah sampai ke seluruh dunia, ke seluruh masyarakat dunia. Ya kita terancam krisis energi, kita terancam krisis ekonomi, kita tahu situasi di Indonesia semakin hari semakin sulit," ujar legislator Golkar ini.
"Bahkan secara fisik kita sudah kena langsung, ada tiga warga negara Indonesia kita yang tergabung dalam prajurit TNI itu gugur ya selama menjalankan misi UNIFIL di Lebanon gitu," tambahnya.
Ia menyebut anggota Kaukus Parlemen bakal menyambangi Duta Besar perwakilan negara terkait yang berada di RI. Mereka akan menyuarakan supaya perang segera berakhir.
"Kampanye penciptaan perdamaian dunia, ya kita akan salah satu agenda pentingnya nanti adalah mendatangi kedutaan besar-kedutaan besar negara-negara yang terlibat ya. Amerika, kemudian Iran, mungkin negara-negara di Teluk ya, kemudian mungkin negara-negara yang lain ya," kata Doli.
Perwakilan dari anggota DPR hingga DPD RI juga akan menyambangi negara Eropa untuk menyuarakan perdamaian. Berikut Deklarasi dari Kaukus Parlemen yang disampaikan oleh Doli.
Poin pernyataan sikap Kaukus Parlemen:
1. Mengecam agresi militer. Parlemen Indonesia, DPR, DPD, MPR RI mengecam keras seluruh bentuk agresi militer yang dilakukan oleh pihak manapun yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil.
2. Menjamin keamanan jemaah haji. Pentingnya mengupayakan de-eskalasi di seluruh Timur Tengah untuk menjamin keamanan jemaah haji yang akan segera dilaksanakan.
3. Menolak perang sebagai instrumen politik. Menegaskan bahwa perang bukan solusi yang sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.
4. Menyerukan gencatan senjata dan penghentian perang segera. Mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik termasuk Iran, Israel dan Lebanon.
5. Pentingnya perlindungan warga sipil. Menuntut seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa, menghentikan serangan terhadap warga sipil, tenaga medis dan fasilitas publik.
6. Perlindungan pasukan perdamaian PBB. Mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL yang menyebabkan gugurnya 3 prajurit TNI dan menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh peacekeepers.
7. Indonesia garda terdepan perdamaian dunia. Mendukung pemerintah untuk mengambil sikap yang lebih tegas serta berperan aktif dalam upaya mengakhiri perang dan menjadi garda terdepan mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai instrumen diplomasi dalam koridor konstitusi dan kebijakan politik luar negeri bebas aktif.
8. Mendukung penguatan PBB. Mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret termasuk resolusi penghentian konflik dan mekanisme perlindungan internasional.
9. Menolak intervensi dan meningkatkan eskalasi politik. Menolak segala bentuk intervensi militer yang memperluas perang regional dan meningkatkan risiko konflik global.
10. Mendorong diplomasi multilateral. Mendukung penyelesaian melalui jalur diplomasi, dialog konstruktif dan mekanisme multilateral yang inklusif.
(dwr/fca)

















































