Jakarta -
Gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penasihat Kapolri sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menggalang bantuan senilai Rp 1 miliar untuk membantu korban terdampak gempa tersebut.
Andi Gani mengaku memiliki ikatan emosional dengan Nagekeo, mengingat wilayah itu merupakan tanah kelahiran sang ayah, Jacob Nuwa Wea, yang merupakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
"Saya sangat sedih mendengar gempa besar yang terjadi di Nagekeo. Nagekeo adalah tanah kelahiran ayahanda tercinta, almarhum Bapak Jacob Nuwa Wea," kata Andi Gani melalui keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan itu dihimpun melalui Ajaib Group yang dipimpinnya bersama sejumlah donatur. Bantuan itu nantinya akan disalurkan melalui Bupati Nagekeo dan pimpinan gereja setempat untuk diteruskan kepada masyarakat.
"Saya menggalang bantuan dan terkumpul Rp 1 miliar dari Ajaib Group yang saya pimpin beserta sahabat-sahabat donatur. Bantuan segera akan dikirimkan ke bupati juga pimpinan gereja," ucapnya.
Selain menggalang dana, Andi Gani juga telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menyebut Jenderal Sigit turut memberikan respons cepat dengan menerjunkan bantuan logistik ke lokasi bencana.
"Bapak Kapolri langsung merespons dan hari ini mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak melalui jalur udara. Ini merupakan bentuk kepedulian dan gerak cepat Polri untuk membantu masyarakat Nagekeo," ujarnya.
Dia juga mengaku berkomunikasi dengan Kapolres Nagekeo untuk memetakan kebutuhan mendesak masyarakat akibat kerusakan infrastruktur. Dia memastikan Brigade Tanggap Bencana KSPSI juga diterjunkan ke lapangan.
Andi Gani berharap seluruh elemen, termasuk diaspora NTT di luar daerah, dapat bersatu membantu proses pemulihan di Nagekeo. Dia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kebutuhan dasar para pengungsi.
"Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat Nagekeo. Saya mengajak seluruh sahabat dan donatur untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah," imbuhnya.
Sebelumnya, BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M 7 di NTT. BNPB juga mencatat sebanyak dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.
"Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).
"Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," sambungnya.
Tonton juga video "Andi Gani Dengar Kabar Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden"
(ond/fas)

















































