12 Ribu Pendatang Diprediksi ke Jakarta Usai Lebaran, Ini Langkah Pemprov DKI

7 hours ago 4

Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memprediksi sebanyak 10-12 ribu orang akan datang ke Jakarta usai Lebaran 2026. Pemprov Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah menyusul fenomena tingginya pergerakan masyarakat tersebut.

"Prediksi pendatang pasca lebaran 2026 di DKI Jakarta, kemungkinan akan melanjutkan pola rendah sekitar 10.000 sampai dengan 12.000 jiwa," kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim saat dihubungi, Selasa (17/3/2026).

Chico mengatakan, terjadi penurunan jumlah pendatang di Jakarta dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang ada, penurunan tersebut dipengaruhi faktor ekonomi dan kondisi geopolitik saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika melihat data Jumlah pendatang Pasca Lebaran dari tahun 2022 sd 2025 terdapat penurunan berturut-turut dari 27 ribuan ke 16 ribuan hal ini menunjukkan tingginya pendatang ke Jakarta pascalebaran bukan lagi merupakan fenomena dominan," kata dia.

Stafsus Gubernur Jakarta Chico Hakim. (Maulani/detikcom)Stafsus Gubernur Jakarta Chico Hakim. (Maulani/detikcom) Foto: Stafsus Gubernur Jakarta Chico Hakim. (Maulani/detikcom)

"Faktor pertumbuhan ekonomi yang hampir merata di seluruh Indonesia dan kondisi geopolitik saat ini yang akan berpengaruh terhadap tingginya biaya hidup di Jakarta akan menjadi faktor dominan tren penurunan pendatang ini," imbuhnya.

Sebagai kota Global, Chico menyebut Pemprov Jakarta bersifat terbuka terhadap para pendatang. Namun demikian, pihaknya mengimbau agar para pendatang melapor ke service point Disdukcapil DKI Jakarta.

"Himbauan pelaporan bagi pendatang baru melalui pendataan jemput bola dengan layanan ramah baik dalam hari kerja dan di luar jam kerja, berkolaborasi dengan RT dan RW setempat," ujarnya.

Chico menyebut program jemput bola ini dilakukan selama kurun waktu dua pekan pascalebaran. Hal itu, kata Chico, untuk memastikan jumlah pendatang tercatat sistem administrasi kependudukan.

"(Pemprov Jakarta) melanjutkan program penataan administrasi kependudukan untuk memastikan NIK hanya untuk warga Jakarta yang secara de facto berdomisili di Jakarta," pungkasnya.

(wnv/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |