12 Nakes Satgas 500/Sikatan Buka Klinik Gratis di Pedalaman Papua

3 days ago 1

INTAN JAYA - Di tengah belantara Pegunungan Intan Jaya yang terjal, di mana akses kesehatan seringkali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau, sekelompok 12 tenaga kesehatan dari Satgas Yonif 500/Sikatan mengambil langkah luar biasa. Mereka tak gentar menghadapi medan yang menjadi musuh terbesar, membuka klinik berjalan di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Intan Jaya, pada Rabu, (26/11/2025), demi melayani warga yang membutuhkan.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Bintara Kesehatan Serda Andi Kresna, dengan fokus memberikan perawatan medis ringan, membersihkan luka terbuka, melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, dan membagikan obat-obatan secara gratis sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Pos kesehatan darurat ini didirikan di salah satu titik paling terpencil, di mana sebagian besar warga harus menempuh perjalanan berhari-hari hanya untuk mendapatkan sentuhan medis dari fasilitas kesehatan pemerintah.

Kapten Inf. Yosman D. Imbiri, selaku Komandan Tenaga Kesehatan (Dan TK) Titigi Satgas 500/Sikatan, menegaskan bahwa operasi medis ini lebih dari sekadar rutinitas. Ini adalah panggilan hati nurani di tengah keterbatasan infrastruktur yang mencolok.

“Di Titigi, jarak dan medan bukan hanya tantangan, tapi musuh terbesar masyarakat saat sakit. Banyak fasilitas kesehatan pemerintah yang sulit dijangkau. Jadi, kami yang mendekat. Kalau mereka butuh waktu berhari-hari untuk bertemu dokter, biarkan kami bertemu mereka di kampungnya, ” tegas Kapten Yosman, menyiratkan kepedulian mendalam.

Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan keliling ini merupakan bagian integral dari strategi teritorial yang bertujuan untuk mempererat kepercayaan masyarakat terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI), sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di wilayah tersebut.

“Kami hidup di antara mereka. Kami makan makanan yang sama, berjalan di jalanan yang sama. Ketika warga menyebut kami saudara, di situlah tugas kami selesai dengan hormat. Kesehatan adalah pintu pertama untuk membuka rasa aman dan saling percaya, ” imbuhnya, menunjukkan kedekatan emosional dengan masyarakat.

Kepala Adat Kampung Titigi, Bapak Wenda Tabuni, yang turut menyaksikan jalannya kegiatan, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif klinik gratis yang digagas oleh TNI. Baginya, ini adalah secercah harapan baru bagi warganya.

“Kami sudah lama menunggu layanan seperti ini. Pemerintah punya program, tapi alam Papua adalah pengujinya. TNI datang membawa obat, tapi yang lebih penting mereka membawa hati. Mereka tidak membeda-bedakan, semua dilayani. Itu yang membuat kami percaya, ” ujar Wenda, menyoroti aspek kemanusiaan yang ditawarkan.

Sambutan hangat juga datang dari Mama Yuliana Bagau, seorang warga yang lukanya di kaki mendapat perawatan langsung dari tim kesehatan Satgas. Ia berbagi pengalamannya dengan nada penuh kelegaan.

“Kalau tentara tidak datang, mungkin saya masih menahan sakit di rumah. Mereka bersihkan luka saya, kasih obat, dan bicara pelan seperti keluarga. Terima kasih banyak, Tuhan berkati, ” ungkapnya dengan tulus.

Kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini berlangsung dengan aman dan tertib, menarik perhatian puluhan warga Kampung Titigi. Kehadiran personel Satgas 500/Sikatan kembali menegaskan komitmen TNI di Papua, bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, terutama di wilayah yang akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |